Langkah Kecil Untuk Jakarta yang Lebih Bersih

18 December 2018

Tinggal di ibukota yang bersih, nyaman dan sehat tentunya merupakan keinginan setiap warga Jakarta. Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat yang membiarkan sampah bertebaran sehingga menimbulkan aroma tak sedap dan bahkan dapat mengganggu kesehatan.

Sebagai warga yang hidup, bekerja dan menghirup udara di Jakarta, akankah kita membiarkan ibukota tercinta kita seperti itu?  Adakah yang dapat kita lakukan untuk membantu mengurangi sampah di Jakarta?

Hierarki pengelolaan sampah, (Sumber: Diktat Perkuliahan Teknik Lingkungan ITB). Bagan ini menjelaskan perbedaan pengelolaan sampah konvensional dan di masa depan. Pengelolaan sampah konvensional lebih terkonsentrasi pada tempat pembuangan akhir dengan biaya yang lebih tinggi dan diikuti dengan dampak lingkungan yang lebih berbahaya. Sedangkan untuk pengelolaan sampah masa depan mengedepankan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan menganggap sampah sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan.

Melalui Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, sebenarnya Pemerintah telah memberikan arahan kepada masyarakat untuk berperan serta dalam pengelolaan sampah, yakni dengan membiasakan diri untuk ikut melaksanakan 3R: Reduce, Reuse, Recycle.

Yang dimaksud dengan Reduce adalah mengurangi sampah yang kita produksi. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencapai hal ini, antara lain dengan selalu menghabiskan makanan kita atau mengurangi pembelian dan penggunaan barang-barang yang tidak kita butuhkan.

Langkah kedua adalah Reuse, dimana kita mengurangi penggunaan peralatan sekali pakai. Saat bepergian, kita dapat membawa botol minum dan tempat makan sendiri atau menggunakan ulang kemasan yang kita miliki. Saat ini, banyak juga masyarakat yang mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membawa kantong belanja sendiri.

Langkah ketiga yang dapat kita lakukan adalah Recycle, yakni mendaur ulang sampah atau barang-barang yang sudah tidak bermanfaat. Tidak semua orang mampu melakukan hal ini, namun kita dapat membantu dengan melakukan pemilahan. Meski terdengar mudah, ternyata belum banyak warga yang melakukan pemilahan saat membuang sampah. Padahal memilah sampah adalah langkah yang sangat penting untuk memisahkan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti baterai, lampu, kabel, dan aerosol agar tidak bercampur dengan sampah lainnya dan mencemari lingkungan.

Pemilahan sampah organik dengan sampah anorganik juga akan membantu dalam produksi kompos dan melakukan daur ulang (recycle). Dengan pemilahan sampah yang dilanjutkan dengan melakukan daur ulang, sampah yang semula sudah tidak berguna dapat mendatangkan manfaat untuk kita.

Selain melakukan 3R, hal penting lainnya yang harus kita perhatikan adalah menyediakan tempat sampah pribadi yang memadai, yakni tempat sampah yang tidak mudah rusak serta ditempatkan di area yang bebas dari air hujan, sehingga mencegah terjadinya pencemaran yang disebabkan oleh air sampah.

Tidak cukup dengan menyediakan tempat sampah milik pribadi yang memadai, kita juga harus memastikan sampah yang sudah kita buang pada tempatnya, diangkut oleh petugas kebersihan.

Ya, inilah berbagai langkah kecil yang dapat kita lakukan untuk memastikan Jakarta terbebas dari sampah. Langkah kecil kita akan bersinergi dengan langkah besar Pemprov DKI yang akan membangun Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter.  Didukung teknologi insinerator ITF mampu menangani 2.200 ton sampah setiap harinya. Dengan mengurangi produksi sampah dan melakukan pemilahan sampah, masyarakat dapat mengurangi volume sampah yang akan diolah di insinerator ini. Ke depannya upaya masyarakat dan fasilitas ITF Sunter ini dapat bersinergi untuk menjawab berbagai permasalahan perkotaan, seperti pengelolaan sampah dan kebutuhan akan energi.

Sekarang siapkah kamu memulai langkah kecil untuk membantu menciptakan Jakarta yang lebih bersih?