ITF Sunter: Solusi Alternatif Untuk Sampah Jakarta

14 Desember 2018

Jakarta akhirnya akan menyusul kota-kota lainnya di dunia, seperti Singapura; Nuremberg, Jerman; Zurich, Swiss; dan Bergen, Norwegia, dengan memiliki Intermediate Treatment Facility.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun fasilitas ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, volume sampah di Jakarta pada tahun ini bertambah 500 ton dari tahun sebelumnya.

Di saat yang sama, kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang saat ini sudah mencapai angka 80%. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyatakan dalam tiga tahun TPST Bantargebang akan penuh dan tak dapat lagi menerima kiriman 7.400 ton sampah Jakarta per harinya.

Oleh karena itu, fasilitas pengolahan sampah ITF Sunter dinilai sebagai solusi yang sesuai untuk mengatasi kondisi darurat sampah Jakarta.

ITF Sunter dibangun dengan menggunakan teknologi insinerator yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan publik. Teknologi ini sudah beroperasi lebih dari 100 tahun dan banyak negara yang sudah mengadaptasi teknologi insinerator. Sampah yang dikelola di insinerator juga akan tereduksi sebanyak 90%, lebih efektif dari solusi pengelolaan sampah lainnya.  Sebagai contoh, terdapat 19 insinerator di kota Tokyo yang dimana insinerator ini dapat mengolah berbagai jenis sampah rumah tangga. Di kota lain, insinerator pun dapat beroperasi di tengah kota dan dekat dengan permukiman. Hal ini membuktikan bahwa teknologi insinerator merupakan teknologi yang sudah umum, dan terbukti efektif dalam membantu pengelolaan sampah.

Keunggulan lainnya dari fasilitas ini adalah tidak dibutuhkannya lahan yang luas, sehingga DKI Jakarta mampu memanfaatkan lahan yang terbatas untuk mengolah sampah dalam jumlah yang besar.

Teknologi yang dipakai oleh ITF Sunter juga menggunakan standar kualitas Uni Eropa yang aman bagi lingkungan dan kesehatan publik.

Solusi pengelolaan sampah di ITF Sunter diharapkan menjadi jawaban untuk permasalahan sampah Jakarta yang telah mencapai tahap darurat. Dengan pembangunan ITF Sunter, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan DKI Jakarta akan TPST Bantargebang dan menciptakan kota yang mandiri dalam mengelola sampahnya.

Keberhasilan pengelolaan sampah DKI Jakarta tidak bisa hanya bergantung dengan penyelenggaraan ITF Sunter. Warga Jakarta tetap harus berperan aktif untuk memecahkan masalah sampah secara jangka panjang.