Ada Apa dengan Bantargebang?

14 December 2018

Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mulai beroperasi sejak tahun 1989. Dengan luas 110,3 hektar TPST Bantargebang merupakan TPST terbesar di Indonesia. Dari luas ratusan hektar tersebut, 20% lahan digunakan untuk sarana seperti akses masuk, jalan ke kantor, fasilitas pengolahan sampah, dan sebagainya. Sementara 80% lahan difungsikan menjadi pembuangan sampah, yang dibagi menjadi 5 zona pembuangan sampah.

Lantas, berapa ton kapasitas Bantargebang? Dengan luas yang sama dengan 130 kali lapangan sepakbola profesional, Bantargebang memiliki kapasitas maksimum sebesar 49 juta ton. Besar? Tidak juga.

Sejak beroperasi pada tahun 1989, saat ini kapasitas Bantargebang hanya menyisakan sekitar 20% atau 10 juta ton dari total kapasitas keseluruhan.

Berarti, kita hanya punya 10 juta ton sampai Bantargebang benar-benar penuh? Masih cukup besar dong ya? Jawabannya: Tidak.

Setiap harinya Jakarta mengirimkan 7.400 ton sampah ke Bantargebang, yang terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk sehingga dalam tiga tahun mendatang, Bantargebang akan mencapai kapasitas maksimumnya.

Kamu tidak akan bisa membayangkan sebanyak dan setinggi apa tumpukan sampah di Bantargebang jika kamu belum pernah datang dan melihat secara langsung. Saat ini, gunungan sampah di Bantargebang telah mencapai 30 meter, atau lebih dari tinggi kaki Patung Dirgantara (Patung Pancoran).

Sejak tahun 1989, Jakarta bergantung pada Bantargebang. Jika pada tahun 2021 Bantargebang akan benar-benar penuh dan menutup pintunya untuk Jakarta, bayangkan apa yang akan terjadi? Sekitar 7.400 ton sampah Jakarta setiap harinya akan tersebar di penjuru kota, dan bukan tidak mungkin di hari-hari selanjutnya Jakarta akan tenggelam oleh sampah.

Kalau sudah begini, apakah kita masih mau berdiam diri saja?